nntp2http.com
Posting
Suche
Optionen
Hilfe & Kontakt

Penyesatan sebagai bagian taktik dari pePerangan.

Von: Subyakto (subyakto75@gmail.com) [Profil]
Datum: 11.03.2009 03:06
Message-ID: <d5545ef7-04dc-47c6-bf14-09a8772d1ed5@n33g2000pri.googlegroups.com>
Newsgroup: alt.sci.tech.indonesian
Penyesatan sebagai bagian taktik dari pePerangan.

I.apakah ini sesat?.

Korupsi telah membahayakan Demokrasi, judul ini memang dahsyat jika
dianggap demokrasi sebagai tujuan tetapi dalam konteks saat ini
digrassroot Demokrasi sebagai tujuan sudah tidak begitu lagi
prioritas. Saat ini Eranya sudah sangat Demokratis bahkan bisa
dibilang jika mau dan mampu maka apapaun bisa dilakukan oleh
karenanya saat ini lebih baik pemahaman Demokrasi sebagai alat atau
jalan dalam mencapai tujuan berbangsa akan lebih pas. Demokrasi adalah
sebuah pilihan jalan sehingga akan lebih pas jika judulnya korupsi
adalah sangat berbahaya bagi Indonesia dalam mencapai tujuan berbangsa
dan bernegaranya, itu yang pertama. Korupsi harus dilawan dengan
membangun rasa malu dan jera untuk melakukan korupsi serta disebabkan
juga korupsi terjadi akibat pemujaan terhadap uang dan harta secara
berlebihan. Penyataan ini bisa benar dari mana jika sudut pandang ini
ditinjau dari sudut pandang idealis dan seseorang yang punya kehidupan
dengan berbagai pilihan artinya unsur keterpaksaan dan pengedalian
kehidupan mutlak dilakukan pribadinya.

Dalam kenyataannya, pada beberapa anggota DPR atau katakanlah para
aktifist yang sangat idealis korupsi juga terjadi bukan karena
hedonisme dan pemujaan kepada harta tetapi juga diakibatkan sistim
yang menjerat dan perubahan berbagai tata kelola secara tiba tiba
sehingga terjadi unsur keterpaksaan kalau tidak boleh dikatakan
tekanan yang tiba tiba datang sehingga kuat terkesan masa depan bisa
hilang tiba tiba. Uu pemilu yang berubah ditengah jalan, batasan 20
persen kursi dpr atau 25 % suara bagi yang akan mencalonkan diri
menjadi presiden atau penetapan suara terbanyak setelah sebelumnya
partai menetapkan calon anggota legistative berdasarkan no urut
sehingga juga membuat persoalan yang ujungnya memaksa terjadinya
pengeluaran dana yang besar. Begitu juga pada pada UU Bhp dimana
peraturan pendidikan yang dimaksudkan sebagai antisipasi zaman adanya
partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan tetapi pada kenyataannya
membuat pusing pengelola pendidikan dan peserta pendidikannya
ujungnya, keterpaksaan pengeluaran dana besar juga.

Setelah mengeluarkan dana untuk sekolah selama 4 tahun dengan
menghabiskan 1,8 milliard dan saat ini dalam kondisi terpepet apakah
jalannya?. Apakah harus berhenti sekolah, pinjam dana, jual yang bisa
dijual atau bagaimana lagi. Langkahnya pasti harus tetap mengusahakan
mendapatkan dana untuk menyelesaikan sekolahnya. Begitu juga saat ini
sedang berkampanye dan ternyata harga naik dan kondisi dilapangan
semakin dinamis, pertanyaannya haruskah menghentikan sosialisasi dan
kampanye atau mengusahakannya sekuat mungkin? Jawabannya ikhtiar
tentunya lebih baik. Ini soal dalam kehidupan nyata. Dalam mewujudkan
masa depan.

Dalam kenyataan sehari hari lainnya adalah ketika kondisi keluarga
sakit dan jepitan ekonomi sehari hari akibat kenyataan hidup yang
dihadapi oleh banyak pegawai negeri. Apakah ini soal pemujaan kepada
harta berlebihan dan narcist, saya kira bukan itu soalnya.

Mari kita lihat secara lebih terbuka dalam kalangan pengusaha
indonesia , saat ini apakah lebih banyak yang menjadi konglomerat
akibat jualan steak seperti abuba, bubur ayam Tatang yang buka jam 6
sudah habis jam 9 sekitaran rawa belong, atau keluarga haji Naim atau
bahkan Ponari?. Ini adalah salah sedikit contoh pengusaha Indonesia
yang bisa hidup dengan ketangguhan bahkan situasional. Hanya sangat
sedikit yang menjadi konglomerat jika tanpa memanfaatkan dan
dimanfaatkan sehingga menjadi konglomerat.

Jika kita lihat lebih jauh di Indonesia yang ada adalah pengusaha yang
diberikan previlage oleh penguasa dengan membabat hutan, diberikan
konsesi, menguras laut dan perut bumi. Dalam kurun waktu tertentu
berubah menjadi perusahaan modern dan lebih terlihat sehat, akuntable
dan bersih. Disisi lainnya terlihat juga kenyataan bahwa sebagai
pengusaha besar tidak lagi hanya akan mengeluarkan biaya operasional
normative karena bahkan miliaran perbulannya untuk para mantan. Jika
jujur dan terbuka serta mau semuanya dilihat awalnya maka tidak tepat
juga jika dilihat bersih dan menjadi kaya akibat memuja harta dan
narcist adalah semata mata soal utamanya.

Jika belum puas mari lihat lagi contoh, bangsa keturunan Inggris yang
masuk Australia, bangsa keturunan Eropa yang masuk ke USA dan Amerika
latin atau bangsa Eropa yang masuk ke Afrika, apakah mereka menjunjung
tinggi nilai nilai kemanusiaan ketika peradabannya baru dimlai?.
Jawabannya tidak. Mereka membantai dan menyingkirkan bangsa pribuminya
dan menghisap buminya kemudian seakan akan menjadi pemilik syah tanah
tersebut seperti sebuah bangsa yang punya hak dan berdaulat. Pada fase
ini juga lebih tepat dikatakan melakukan langkah keterpaksaan untuk
survive dan membangun kejayaan dan jika itu disebutkan sebagai
pemujaan harta dan narcist serta tidak mempunyai budaya malu maka
apapun kenyataanya tetapi itulah yang terjadi dan masyarakat itulah
yang jaya dalam peradaban didekade terakhir ini.

Dengan paparan sederhana ini dimaksudkan bahwa janganlah melihat
sebuah proses berbangsa hanya pada sebuah titik diperiode tertentu
saja apalagi melihatnya dari kaca mata kehidupan seseorang yang
hidupnya bebas virus, tekanan dan realitas kehidupan kebanyakan orang.
Alasannya akan mengakibatkan idealnya hanya ada dalam wacana dan
pikiran saja tetapi jauh dalam kehidupan sehari hari.

Hal ini sangat strategis karena sebuah kehidupan masyarakat pada
kenyataannya sangat sulit jika direvolusi total jika tanpa persiapan
persiapan yang matang dan kalaupun persiapannya sangat matang nantinya
akan tetap juga jatuh korban dan penyesatan ketika akan mencapai
tujuannya. Dan kenyataan penyesatan itulah yang selalu marak dalam
kehidupan ketika masyarakat sedang sakit secara mental dan hati. Oleh
karenanya adabaiknya tinjauannya tidak lagi semata pada idealisme
tetapi sebuah pemotretan yang memberikan solusi sehingga mampu
memperbaiki realitas sehingga terbangunya sebuah peradaban baru yang
lebih sehat.

II. Bingung adalah posisi umum saat ini.

Ketika KingKong datang maka nyamukpun akan menghilang terbang
ketakutan
Lain lagi ketika anggota DPR datang maka rakyat jatuh terlengtang
Akibat UU yang dibuatnya mejerat kehidupan dan korupsinya yang makin
terungkap Ternyata begitu menghancurkan.

Pada zaman otoriterian Golput adalah sebuah perlawanan yang bermakna
Kini menggunakan pilihan secara tepat dan berguna adalah tantangan
Golput bukan lagi pilihan karena akan menangkan yang pihak sedang
menyusahkan
Bagaimana jika rakyat bingung?.
Kalau boleh ikut saja {partai Surabi}
Partai suara rakyat bingung dan program utamanya beri rakyat
penjelasan
Sayangnya rakyat tidak butuh lagi penjelasan tetapi butuh pekerjaan,
pendidikan dan kesehatan. Apakah perbaikan ini akan tercapai di
20009?.

( anekdot keprihatinan, Jumat malam 6 Maret di Serang Banten).

Pak jusuf kalla, begitu gencar melakukan lobby dan silaturahmi dengan
para tokoh politik......inilah budaya politik yang baik daripada
saling menghujat.
Apakah Jusuf kalla akan maju menjadi calon Presiden bisa saja itu
lebih kepada menyenangkan grassroot Partai Golkar saja?. SBY tidak pd
tanpa Jusuf Kalla dan Kalla adalah suadagar yang sangat cerdas dan
realisit sehingga berpasangan dengan SBY adalah pilihan utama daripada
maju sebagai calon Presiden tetapi kalah. Apakah ini semua semu,
selama andi malalaranggeng ( yang serumpun dan bertalian keluarga
dengan JK) tetap bersama SBY maka jusuf kalla kelihatannya akan tetap
dengan SBY?. Oleh karena semua langkah berputar dan cantik yang
dilakukan itu tidak lain adalah sebuah langkah politik dalam rangka
assesment dan mengukur kekuatan dan kemungkinan. Apakah ini juga jika
kenyataannya terjadi hanya akan membuat semakin bingungnya masyarakat
Indonesia dalam kehidupan politik?.walaupun semuanya tidak melanggar
hukum dan syah serta indah saja.

Itu semuanya ketika masyarakat dalam keadaan rasional dan sehat dimana
kebutuhannya terpenuhi dan pencapaian harapannya jika dilakukan dengan
kerja keras dan dalam waktu yang cukup akan tercapai. Bagaimana dalam
kondisi masyarakat yang sedang sakit seperti sakau dan kondisi bingung
dan setengah lapar?.

Bayangkan juga bahwa semua calon anggota legistative sekarang
kenyataannya tidak beda jauh karena semuanya seperti pemula dan tidak
siap dengan pola penentuan suara terbanyak dibandingkan dengan pola
sebelumnya, artinya sangat mungkin semuanya diluar prediksi. Apakah
akan ada yang dapat 20 % kursi dan 25% suara, katakanlah PDIP dapat
10,9 %, Golkar 11,29%, PKS bisa 9% atau 4%, hanura 5,5%, Pan 4%,
gerindra 5% dan Demokrat 7% lainnya menyebar merata. Katakanlah ini
prediksi tantangan supaya sebenarnya dapat lebih kerja keras dan dapat
diatas ini. Pertanyaannya mudahkah mendapatkan prosentase untuk
pemilihan presiden dan akan effektifkah pemerintahan didepan jika
untuk mendapatkan tikect mengikuti pemilihan presidennya perlu
negoalot dan bagi kapling?. Jika ketentuan 20% dan 25% ini memberatkan
akibat partainya memang banyak walau tidak sebanyak tahun 1955 yang
100% tetapi dengan Era pengacauan Global, pola penyusupan lokal dan
berbagai usaha yang menghalalkan segala cara bukankah kita harus lebih
hati hati lagi?.
Sekali lagi bangsa Indonesia harus lebih hati hati dan siap lagi.

III.Kok Bangsa Indonesia harus lebih hati hati lagi?.

Perkataan yang ramai dikatakan para ahli yang diberi gelar ahli dunia,
ternyata pernyataannya itu telah ramai diberbagai belahan desa seperti
suara gitar tua karena beberapa orang mulai terlalu sering mengatakan
bahwa Indonesia, terlalu luas, terlalu lemah, terlalu beragam dan
terlalu rendah tingkat pendidikannya dll. Padahal pada kenyataannya
USA dan China juga bisa besar lalu kenapa Indonesia seakan akan harus
dipecah belah dan dianggap sebagai bangsa kelas dua dan menanggung
nista serta dosa besar sehingga tidak bisa menjadi bangsa besar dan
harus mengikuti nalar nalar yang dibangunnya seakan akan kita bangsa
Indonesia tidak punya nilai nilai dan budaya yang mampu mengangkat
kita menuju cita cita kemerdekaan Indonesia.

Disisi lain contoh kematian alm Azis angkat dan dilemparnya seorang
menteri perekonomian inggris adalah merupakan sebuah fenomena dimana
simbol negara terbukti semakin lemah akibat “kesan buruk yang selalu
tampil atau ditampilkan dimana para pemimpin pemerintahan diberbagai
pemerintahan dunia tidak memperhatikan dan memperbaiki nasib rakyatnya
secara nyata. Sementara disisi lainnya dengan proses Demokratisasi
diberbagai negara yang dinegaranya tidak punya raja, maka pengendalian
negara akan lebih dikendalikan multinational coorporation yang
sayangnya walaupun diawal kelahirannya dipersepsikan transparant,
akuntable, bertanggung jawab dan effisien ternyata pada krisis
financial di USA juga merembet keseluruh dunia ternyata perusahaan
besar ini juga mempunyai moral hazard yang luar biasa dan korup
sehingga dunia memerlukan jalan tengah kembali. Saat ini berbagai
pemerintahan menjadi the last resort karena harus menyediakan dana
talangan dan stimulus yang jika keliru bisa seperti kena dampak
dahsyat BLBI, mengerikan. Dunia sedang mencari bentuk kesetimbangan
baru lagi.

Indonesia harus hati hati karena harus belajar dari sejarah perjalanan
dunia dimana yang tidak siap akan ditentukan nasibnya oleh yang lebih
siap dan kuat serta dimana pihak yang lemah akan dijarah dan dihabisi.
Pengalaman lainnya sekali kejeblos tidak mudah keluar dari lobang
hitam itu, Pembukaan UUD 45 menyatakan bahwa Indonesia adalah negara
yang aman bagi negara manapun sepanjang tidak membuat masalah dengan
bangsa lain dan bangsa indonesia hanya pada kenyataannya Indonesia
belum lagi menjadi bangsa yang menentukan dipermukaan bumi ini tetapi
masih menjadi bangsa yang berusaha keluar dari kesulitan. Dengan
melihat posisi geopolitik dan kekayaan alam dan kondisi Indonesia aaat
ini ditengah pergulatan dunia maka sangat tidak salah jika Indonesia
waspada.

Pengrusakan keyakinan dengan munculnya nabi nabi palsu, masyarakat
sakit dan fenomenanya, pecah belah dan hobby mengumbar kebusukan serta
mengelorakan kepuusasaan serta kebusukan berbagai pihak termasuk
perangkat pemerintahan dengan menggunakan membom media massa dan dana
yang lebih dari sumbangan adalah salah satu indikasi rekayasa
pembusukan supaya bangsa Indonesia melemah dan kalah ketika
bernegoisasi dengan pihak asing. Lain lagi pengabdian yang langsung
dilakukan kepada masyarakat supaya segera bisa mandiri adalah tindakan
yang perlu segera didukung dengan tujuan supaya  masyarakat mandiri
dan punya ketahanan.

Dengan kondisi ini kewaspadaan mutlak perlu ditingkatkan dan tidak
boleh begitu saja percaya terhadap hal hal yang melemahkan bangsa
Indonesia jika hal itu lebih dipersepsikan sebagai upaya pembusukan
dan pelemahan supaya posisi tawar indonesia melemah dan mudah ditekan.

IV. Masyarakat yang kelihatan baik Dan beriman.

Waduh wajahnya cantik sekali , sekolahnya tinggi dan beriman wuih
sungguh indah. Laki laki itu sangat penyayang dan ia tahu akan menjadi
kaya serta menghadapi persoalannya besok, ia tetap terlihat sabar dan
tenang. Tidak ada hal yang merisaukannya. Semua perilaku dan
pembicaraan tertata rapih begitu kehidupan didalam sebuah rumah yang
besar dan asri. Sebuah kehidupan yang bahkan mengetahui sebelum
kematian dan mendapatkan kemasyuran, mereka adalah kaum kaum muda yang
kaya raya dan hidupnya 80% ada dijakarta raya. Apakah mereka sungguh
beriman dan sakti. Ternyata semuanya hanya ada dalam adegan sinetron
karena sebenanya kehidupan artisnyapunya sangat jauh dari situ.

Lain lagi jika sebuah sinetron yang mempertontonkan kehiduan yang
sebagai jangan dicontoh jika dimainkan oleh para pemain sinetron yang
kehidupannya jauh lebih harmonis dan beriman dibandinkan dengan
sinetron cotohnya, supaya masyarakat tidak mencontoh kehidupan
anekdotnya. Adalah sebuah contoh baik kehidupan.

Sebuah kehidupan yang jauh dari kenyataan masyarakat diberikan contoh
yang seringkali menarik dan bernilai hanya sayang semua itu hanya ada
dalam sinetronya dan bahkan kehidupan artisnya pun tidak seperti itu,
sungguh membuat perumpamaan bahwa kehidupan yang baik itu hanya ada
dalam sinetron saja. Sungguh menyedihkan karena kehidupan pemain
sinetronnya pun tidak seperti itu.

Kehidupan contoh berbahagia itu kenyataan yang seperti sinetron inilah
yang kalau boleh dikatakan secara terbuka tidak banyak dan malahan
kehidupan seperti pada sinetron yang tidak baiklah dan menjadi contoh
kebanyakan keluarga. Sungguh sungguh menyedihkan. Didalam keluarga
semakin banyak yang tidak dapat lagi mengendalikan keluarganya
sendiri. Tekanan dari luar keluarga ataupun tarikan keluar keluarga
sangat jauh lebih kuat dari katan dalam keluarganya sendiri dan nilai
nilai luhur dalam keluarga itu. Silakan dibayangkan bagaimana jadinya
jika ternyata tarikan dan godaan ini jauh lebih kuat dan bukan hanya
berbeda jauh dengan nilai nilai budaya pendahulunya tetapi malahan
hanya semata mata diciptakan dalam membangun pasar dan merubah nilai
nilai yang ada dalam masyarakat tersebut demi kepentingan tertentu.

Sekali lagi ada baiknya pelajaran India, aborijin dan afrika serta
suku bangsa di amerika latin menjadi contoh dan pelajaran. Maksudnya
ketika fase transformasi sebuah bangsa sedang terjadi maka sebuah
bangsa harus sangat siap atau segera bersiap karena jika tidak hanya
akan menjadi objek dan sukar untuk dikembalikan. Tidak lagi saatnya
bangsa Indonesia hanya ketakutan sebagai bangsa kuli dari bangsa
bangsa tetapi harus menjadi bangsa yang mampu melakukan transformasi
dan tangguh dengan mengelola semua tantangan yang ada. Kita tidak bisa
lagi ketakutan karena ancamannya sudah ada dalam kehidupan sehari hari
dan sudah berproses dengan nilai nilai, perilaku, kebiasaan dan sedang
membangun sebuah perilaku, kebiasaan dan budaya baru yang seringkali
tidak dikenali serta merusak.

Pertarungan ini harus dimenangkan bukannya dengan menolak dan
menghindarinya saja tetapi perlu keberanian , keuletan dan kecerdasan
serta kebersamaan diantara bangsa Indonesia untuk keluar dari kemelut
ini.

V.Penutup.

Idiealisme dan wacana yang dipersepsikan baik berdasarkan nilai nilai
tertentu dalam penglihatan sudut tertentu bisa jadi dimaksudkan bukan
dalam menyesatkan tetapi dengan kondisi negeri yang seperti sekarang
ini bisa jadi sangat menyesatkan dan seperti wacana “i believe i can
fly” padahal banyak yang tidak bisa terbangkan, para pelaku lapangan
yang punya pemahaman nilai nilai dan iklas berdialektika serta
merasakan tekanan juga tarikan nyata akan lebih baik melakukan
dialektika dalam kerangka menyelamatkan kehidupan keluarganya
sekaligus menjadi dialektika dalam kehidupan yang lebih luas.

Taktik dan strategy perlawanan saja tidak akan berhasil jika tidak
dibarengi dengan membangun aliasi dan pemahaman dengan nurani yang
iklas dan pikiran yang cerdas dalam memanfaatkan peluang sekaligus
membangun pertahanan juga dalam rangka mentransformasi bangsa
Indonesia ini.

Sebuah lokomitive baru yang memahami dan merasakan denyut nadi bangsa
Indonesia sudah saatnya tampil kedepan dalam rangka bukan lagi
memberikan pemahaman tetapi sekaligus menarik dan mendorong gerbong
supaya terjadi transformsi diberbagai bidang kehidupan sehingga bangsa
Indonesia tidak seperti menghadapi tsunami dengan kebingungan dan
kebimbangan atau duduk diam terkubur seperti menghadapi semburan
lumpur di Porong Sidoarjo yang sangat mungkin bisa ditangani supaya
tidak sehancur seperti saat ini walaupun bisa saja ada waktu dimana
akan bisa diselesaikan ketika kesempatan kembali datang setelah
kerusakan semakin meluas.

Sederhananya jika kebiasaan lama tepat berjalan maka bisa jadi
kalaupun tsunami akan tetap merontokan kerusakan separah saat ini
tetapi bisa jadi korbannya tidak sedahsyat yang kita lihat jika
kearifan lokal didaerah daerah tempat tsunami terjadi seperti di
beberapa daerah yang ada. Begitu juga ketika semburan lumpur
menyemburat segera ditangani dengan segenap sumberdaya bisa jadi tidak
separah sekarang, walaupun toch setelah Tsunami terjadi tetap dapat
dilakukan rehabilitasi dan pembangunan kembali.

Dalam sejarah perababan menjadi bangsa Indonesia, sebuah perubahan
hampir selalu membutuhkan waktu yang cukup lama walaupun disisi lain
ini bisa dikatakan sebagai dimana sebuah harga yang dibayarkan akan
bisa dikembalikan tetapi bagi bangsa Indonesia sendiri hal ini
merugikan. Sederhananya mengacau indonesia ditahun 65, maka
mendapatkan kestabilan 32 tahun untuk mendapatkan ROI. Begitu juga
jika dipersepsikan zaman reformasi ini adalah dengan banyaknya asset
negara yang dijual murah terbukti dalam 10 tahun masih juga belum
mampu memberikan manfaat buat rakyat Indonesia secara maksimal tetapi
kerusakan di Indonesia cukup meluas dan memberikan keuntungan besar
bagi para spekulan, apakah menjadi penadah asset negara, penadah
pembalakan kayu , pengeruk hasil laut dan pertambangan.

Kenyataan ini juga dilengkapi dengan sejarah berpetualangan 350
tahunnya Bangsa Belanda di kawasan ini sehingga memberikan keuntungan
sangat besar kepadanya dan hanya model penjajah Jepang yang super
kejam serta perubahan dunia meluas sehingga bisa dalam waktu singkat
membuat bangsa Indonesia memerdekakan bangsanya. Perjalanan ini
kemudian sama seperti ketika Sriwijaya jaya dan Majapahit jaya
termasuk berbagai kerajaan yang pernah tumbuh dan besar yang kemudian
habis seperti lilin karena kehilangan semangat dan arahnya dengan
berbagai fakta yang dikandungnya sehingga kejayaan bangsa di wilayah
Indonesia ini tidak seperti Romawi yang bisa ratusan tahun atau bangsa
eropa lainnya dan mampu bertransformasi menembus zaman.
Sudah saatnya kita bangkit dari sebuah bangsa yang dianggap sebagai
bangsa primitif yang hanya digali kearian lokalnya kemudian dijadikan
alat menjerat leher kita sendiri, digali keberagamannya kemudian diadu
domba diantara kita sendiri, dibusukan dan dianggap tidak beradab
didalam pergaulan dunia.

Kita harus menjadi bangsa yang percay diri walaupun sangat harus
rendah hati dan hanya memfokuskan diri kepada pembangunan peradaban
yang lebih baik semakin hari yang semakin membaik.

Pemilu, pemilihan presiden, hancurnya keuangan global, berubahnya peta
kekuatan dunia dan rontoknya berbagai negara jangan dijadikan sebuah
phobia tetapi juga jangan dianggap sederhana dan enteng tetapi sudah
seharusnya kita percaya bahwa bangsa Indonesia akan mempunyai cara dan
usaha untuk mengatasinya.

Bangsa Indonesia berdiri berkat Rahmat allah yang maha kuasa dan
dengan rahmatnya kembali bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang
memimpin dunia dalam menyelamatkan dunia.

Apakah ini narcist dan berlebihan......?

Tidak sama sekali karena kita melakukan itu semua bukan dalam rangka
menunjukan kesombangan dan kehebatan tetapi kita lakukan semua ini
lebih karena keprihatinan dan kecintaan kita kepada kemanusiaan serta
rasa syukur kita diberikan rahmat dan kesempatan yang melimpah oleh
Yang maha Kuasa.

Apakah itu sulit? Jangan Pernah membatasi kekuasaan dan rahmat Yang
maha Kuasa pemilik alam semesta ini.

Oleh karenanya jaga diri anda dan keluarga sehingga tidak kehilangan
orientasi akibat tekanan dan godaan sehingga anda terjepit dan
terpaksa melakukan sesuatu yang fatal kemudian lakukanlah hal hal yang
menurut anda dan kita semua akan membawa kebaikan kepada kita semua.

Bagimana stategy dan taktiknya?

Kita saling mendukung dan membesarkan sehingga selamat dan semuanya
menjadi kenyataan. Dan yang saling berkonflik dan tersesat itulah yang
akan menjadi korban dan dilupakan sejarah serta itulah korban yang sia
sia.

Semoga bermanfaat.

Agus Muldya Natakusumah
www.indosolution.co.id
www.selamatkan-indonesia.net.


[ Auf dieses Posting antworten ]